Jumat, 19 Agustus 2016

MEKATRONIKA DASAR

 LAPORAN RANGKAIAN FLIP-FLOP, RUNNING LED, TRAFFIC LIGHT

I TUJUAN
 1.Siswa dapat mengenal aplikasi ISIS 7 PROFESSIONAL
 2.Siswa dapat menggunakan aplikasi ISIS 7 PROFESSIONAL
 3.Siswa dapat membuat rangkaian Flip-flop menggunakan aplikasi ISIS 7 PROFESSIONAL
 4.Siswa dapat membuat rangkaian Running Led menggunakan aplikasi ISIS 7 PROFESSIONA
 5.Siswa dapat membuat rangkaian Traffic Led nmenggunakan aplikasi ISIS 7 PROFESSIONA

II ALAT DAN BAHAN    
        Flip-flop:
            a.IC 555
            b.Capacitor Elco(4.7u)
            c.Resistor (R1 220, R2 10K, R3 100K, R4 220)
            d.LED (2buah)
        
          Running LED :
            a.IC 555
            b.IC 4017
            c.Capacitor Elco (500uF)
            d.Resistor (R1 220, R2 10K, R3 100K, R4 220)
            e.LED (10 buah)
            f.Potensio

           Traffic Light :
            a.IC 555
            b.IC 4017
            c.Capacitor Elco (500uF)
            d.Resistor (R1,R2,R3=100)
            e.LED (10 buah)
            f.Potensio
            g.Dioda 1N4148 (10 buah)

III TEORI SINGKAT
      a. IC 555  : sebagai timer pada sebuah rangkaian
      b. IC 4017  : untuk mengatur lampu LED agar menyala secara bergantian
      c. Capasitor : sebagai penyetabil pada sebuah rangkaian
      d. Resistor  : sebagai penghambat tegangan
      e. LED  : sebagai output pada rangkaian
      f. Potensio  : untuk mengatur resistansi pada sebuah rangkaian
      g. Dioda 1N4148 : sebagai penyearah tegangan pada rangkaian

IV DISKRIPSI TUGAS
      a. Membuat rangkaian Flip-flop.
      b. Membuat rangkaian Running LED.
      c. Membuat rangkaian Traffc Light.

V HASIL KERJA
      gambar rangkaian flip-flop
            
 
  Cara kerja rangkaian Flip-flop.
               Pada dasarnya, Flip-flop bekerja berdasarkan prinsip kerja transistor sebagai saklar.Coba kita perhatikan, Jika Rangkaian tersebut diberi tegangan maka salah satu dari transistor akan beradadalam kondisi on. Kondisi ini akan tegantung pada kapasitor mana yang memiliki muatan lebih tinggi  dibanding dengan kapasitor lain. Kapasitor yang memiliki muatan lebih tinggi akan melepaskan muatan listrik lebih dahulu sehingga transistor yang kaki  basisnya terhubung dengan kapasitor tersebut akan berada dalam kondisi on sementara transistor tersebut on akan menyebabkan kapasitor yang  terhubung dengan kaki kolektor akan terisi muatan, jika salah satu transistor dalam kondisi on maka transistor yang lain akan berada dalam konsi off hal   ini akan berlaku terus menerus secara bergantian sehingga terjadilah pergiliran nyala lampu yang disebut lampu flip-flop.

    Gambar rangkaian Running LED

 Cara kerja rangkaian Running LED.
              LED akan terhubung ke pin Q0-Q9 pada IC 4017. Pin Q0-Q9 akan aktif secara bergantian (Dari Q0 sampai Q9 dan kembali lagi) jika pin   14 pada IC 4017 diberi clock atau gelombang kotak. Nah, disinilah fungsi IC 555 yaitu meng-generate gelombang kotak (clock) dengan variasi frekuensi  yang dapat diatur oleh potensiometer. Semakin dibesarkan nilai potensiometer maka frekuensi semakin tinggi dan menyebabkan pergantian nyala dan   mati dari LED semakin cepat juga. Begitu juga sebaliknya, semakin kecil tahanan potensiometer maka pergantian nyala dan mati dari LED akan semakin  lambat. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan simulasi rangkaian yang telah saya buat pada software Proteus berikut ini.
  
  Gambar rangkaian Traffic light

 Gambar rangkaian Traffc Light.
            komponen R1, C1 dan VR1 berfungi sebagai  kombinasi astable yang menjadi penentu untuk  kecepatan sinyal clock yang akan dialirkan   kepada input counter. Dimana nanti akan menentukan berapa lama waktu nyala dari masing-maisn lampu yang terdapat di dalam rangkaian. Dibutuhkan waktu sekitar 2 bit keluaran dari rangkaian traffic light untuk menentukan kombinasi nyala lampu. Biasanya lampu kuning menjadi lampu yang  pertama   kali hidup. Hal ini disebabkan lampu tersebut berhubungan dengan output Q1 dari IC. Lampu warna merah di output Q2 menjadi lampu berikutnya   yang menyala yang diikuti lampu warna kuning dan merah menyala bersamaan dengan lampu hijau menyala berikutnya.

VI KESELAMATAN KERJA
 1. Fokus dalam bekerja
 2. lebih teliti saat menyambungkan komponen yang satu ke yang lain agar tidak terjadi konsleting.
 3. harus teliti dalam memilih komponen di aplikasi ISIS 7 PROFESSIONAL

 VII KESIMPULAN.
         Pada saat merangkai rangkaian di aplikasi ISIS 7 PROFESSIONAL kita harus memerhatikan kaki kaki komponen yang harus di hubungkan   ke yang lainnya agar tidak terjadi konsleting.
                                                                                                           
                                                                                                              Klaten, 12Agustus 2016
                     Guru Pembimbing                                                                            Siswa

             (F. Nanda)           (Y. Prasetyo Adi.N)                                                      (Markus Agung P)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar